Teknologi merupakan kolektivitas integrasi penerapan pengetahuan dan keterampilan (metode, alat, dan sistem) dalam sebuah bentuk berwujud (mesin, hardware) dan tidak berwujud (software, metode, AI) dengan tujuan aplikatif dan praktis. Secara etimologi, teknologi berasal dari Bahasa Yunani technologia yang berarti keahlian (techno) dan pengetahuan (logia).
Fungsi utama teknologi adalah untuk mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan efisiensi pekerjaan manusia. Penerapan teknologi pada setiap bidang diharapkan dapat memberikan nilai lebih untuk semua proses dengan hasil yang maksimal (efektif dan efisien). Contoh penerapan teknologi yang dapat dilihat pada setiap bidang diantaranya Teknologi Informasi: Perangkat lunak dan keras untuk memproses, menyimpan, dan mengirim data (komputer, internet, aplikasi). Teknologi Komunikasi: Alat pertukaran informasi (smartphone, satelit, email). Teknologi Transportasi: Sarana perpindahan (mobil, pesawat, kereta cepat). Teknologi Kesehatan/Medis: Alat medis dan teknik pengobatan (alat rontgen, robot operasi, AI diagnosis). Teknologi Pertanian: Alat dan teknik budidaya (traktor, sistem irigasi modern). Teknologi Konstruksi: Metode dan alat bangunan. Teknologi Pendidikan (EdTech): Media pembelajaran digital.
Model teknologi adalah representasi konseptual, matematis, atau fisik yang menggambarkan bagaimana suatu teknologi bekerja, dikembangkan, diterapkan dan memberikan dampak terhadap suatu sistem atau lingkungan tertentu. Model teknologi dapat digunakan untuk memahami, merancang, mengevaluasi, dan mengoptimalisasi teknologi. Dalam konteks yang lebih luas, model teknologi berfungsi sebagai kerangka berfikir yang menghubungkan aspek teknis (engineering) dan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.
Tujuan utama penggunaan model teknologi antaralain untuk dapat memahami mekanisme kerja teknologi sebelum diimplementasikan. Memprediksi hasil dan dampak penerapan teknologi terhadap sistem (misalnya dampak energi, biaya, atau sosial). Mendukung pengambilan Keputusan dalam inovasi, pengembangan produk, atau kebijakan. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas penerapan teknologi. Dan menyediakan dasar untuk simulasi dan evaluasi alternatif teknologi.
Komponen utama model teknologi yaitu:
- Input: Data, sumber daya, atau variabel yang masuk ke dalam sistem teknologi (misalnya energi, bahan, tenaga kerja, data).
- Proses: Mekanisme atau algoritma yang menggambarkan bagaimana input diolah oleh teknologi.
- Output: Hasil atau keluaran dari sistem teknologi (produk, informasi, efisiensi, dampak lingkungan, dll).
- Feedback (Umpan Balik): Informasi yang digunakan untuk memperbaiki atau mengoptimalkan sistem.
- Konteks Lingkungan: Faktor eksternal seperti regulasi, ekonomi, sosial, atau budaya yang mempengaruhi penerapan teknologi.

Model teknologi dapat dibedakan berdasarkan tujuan, bentuk, atau pendekatan yang digunakan.
Berdasarkan Tujuan:
- Model Deskriptif: Menjelaskan bagaimana suatu teknologi bekerja atau digunakan. Contoh: Diagram arsitektur sistem informasi.
- Model Prediktif: Digunakan untuk memprediksi hasil dari penerapan teknologi. Contoh: Model simulasi dampak penggunaan energi terbarukan.
- Model Preskriptif (Rekomendatif): Memberikan saran atau solusi terbaik berdasarkan kondisi tertentu. Contoh: Model optimasi sistem produksi berbasis AI.
Berdasarkan Bentuk Representasi:
- Model Konseptual: Menggambarkan hubungan antar komponen teknologi secara kualitatif. Contoh: Model teknologi pendidikan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge).
- Model Matematis/Komputasional: Menggunakan persamaan atau algoritma untuk menggambarkan hubungan kuantitatif antar variabel. Contoh: Model regresi prediksi performa mesin.
- Model Fisik/Prototipe: Representasi nyata dari suatu teknologi, biasanya dalam bentuk prototipe atau mock-up. Contoh: Model robotika untuk uji sistem sensorik.
- Model Simulasi Digital: Menggunakan perangkat lunak untuk mensimulasikan perilaku sistem teknologi. Contoh: Model simulasi Smart City atau model iklim digital.
Secara pendekatan pengembangan model teknologi yang sering digunakan:
- Sistemik (Systems Approach): Melihat teknologi sebagai bagian dari sistem yang kompleks dan saling berhubungan.
- Tekno-ekonomi (Techno-Economic Model): Menggabungkan aspek teknis dengan analisis biaya, efisiensi, dan keuntungan.
- Tekno-sosial (Techno-Social Model): Memperhatikan interaksi antara teknologi dan manusia (user behavior, budaya, etika).
- AI-based Modelling: Menggunakan algoritma kecerdasan buatan (machine learning, deep learning) untuk memprediksi kinerja atau dampak teknologi.
Model teknologi pembelajaran adalah suatu kerangka konseptual atau representasi sistematis yang menjelaskan bagaimana teknologi pembelajaran dirancang, diterapkan, dan digunakan untuk mendukung proses belajar dan mengajar secara efektif dan efisien. Model ini bukan hanya tentang penggunaan alat (hardware atau software), tetapi mencakup: proses perancangan instruksional (instructional design), interaksi manusia dan teknologi, strategi pembelajaran berbasis media, dan evaluasi hasil belajar serta umpan balik.
Tujuan utama model teknologi pembelajaran dikembangkan agar pembelajaran dapat lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar. Lebih efisien dalam menghemat waktu, tenaga dan sumber daya. Lebih menarik dan interaktif dalam memotivasi peserta didik. Lebih adaptif dalam menyesuaikan gaya belajar dan kebutuhan individu. Dan lebih terukur dalam memudahkan evaluasi proses dan hasil belajar.
Dalam pengembangan model teknologi pembelajaran, prinsip dasar yang digunakan antara lain: berorientasi pada tujuan pembelajaran, teknologi hanya digunakan jika mendukung pencapaian learning outcomes. Berbasis Sistem, semua komponen (peserta, media, strategi, evaluasi) saling berinteraksi secara dinamis. Berorientasi pada peserta didik (Learner-Centered), fokus utama adalah pengalaman belajar yang personal dan interaktif. Adaptif terhadap perkembangan teknologi dan Sosial, model harus mampu beradaptasi terhadap inovasi baru seperti AI, VR, AR, atau metaverse.
Model Teknologi Pembelajaran adalah peta konseptual yang menggambarkan bagaimana teknologi, manusia, dan proses pendidikan berinteraksi untuk menciptakan pembelajaran yang efektif. Model ini berfungsi sebagai alat bantu perencanaan, implementasi, dan evaluasi pembelajaran digital di berbagai konteks — dari ruang kelas hingga sistem pendidikan nasional. Teknologi bukan sekadar alat bantu, tetapi bagian integral dari ekosistem pembelajaran modern yang berorientasi pada efektivitas, efisiensi, dan humanisasi proses belajar.

Leave a Reply